Kimia Farma bersama 2 BUMN lainnya yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk memberikan company update dalam kegiatan webinar temu analis yang diadakan oleh Bursa Efek Indonesia pada tanggal 4 Maret 2021 lalu. Kimia Farma memberikan support penuh kepada pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan nasional

Dalam presentasinya, Direktur Keuangan Kimia Farma menyampaikan bahwa Kimia Farma memberikan support penuh kepada pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan nasional. Kimia Farma memberikan dedikasi penuh dengan menjadi perusahaan healthcare dengan rantai bisnis end-to-end dan menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat yaitu mulai dari pelayanan klinik, optik, lab diagnostic, ritel farmasi, distribusi dll

Perseroan melakukan inovasi menghadapi pandemic Covid-19 ini dengan menghadirkan Favipiravir yang diproduksi sendiri dan telah memperoleh Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk produksi dan distribusi di Indonesia. Selain itu Kimia Farma juga menjaga ketersediaan Chloroquin, Hydroxychloroquin, Rapid Test, Azitromycin, Immunidulator, Multivitamin, dan Vitamin C Effervescent yang digunakan untuk menjaga ketahanan tubuh dari serangan virus covid-19

Selain inovasi produk, Kimia Farma juga memfasilitasi masyarakat dengan menyediakan layanan online berupa aplikasi Kimia Farma Mobile yang dapat diunduh di app store

Sampai dengan 31 Desember 2020, Kimia Farma telah memiliki 1278 apotek, 451 klinik kesehatan, 75 laboraturium klinik, 10 optik serta 3 klinik kecantikan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia