Sejarah Kimia Farma

Mewujudkan Keunggulan Melalui Inovasi

Perlambatan ekonomi, meningkatnya volatilitas nilai tukar mata uang, dan kecenderungan penurunan daya beli masyarakat, merupakan tantangan terberat PT Kimia Farma (Persero) Tbk. mengingat industri farmasi Indonesia masih mengandalkan impor bahan baku obat lebih dari 90,00%. Manajemen perseroan harus berpikir strategis dalam mencari solusi untuk mengatasi eskalasi peningkatan biaya produksi dan penurunan daya beli melalui langkah-langkah efisiensi dan inovasi di seluruh aspek Perseroan

Perseroan telah melakukan berbagai rangkaian program transformasi dan terobosan dengan mengintegrasikan seluruh rantai bisnis menjadi Healthcare Company dari hulu sampai ke hilir sesuai dengan kondisi dan tantangan bisnis yang akan dihadapi ke depan

Melalui pembangunan pabrik Bahan Baku Garam Farmasi Pertama, serta pabrik Bahan Baku Obat yang merupakan pabrik pertama di Indonesia untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku, optimalisasi aset-aset Perseroan, inovasi produk baru, dan ekspansi penambahan jaringan layanan kesehatan dan obat-obatan secara nasional, merupakan upaya-upaya Perseroan untuk dapat mewujudkan visi "Menjadi perusahaan Healthcare pilihan utama yang terintegrasi dan menghasilkan nilai yang berkesinambungan".

 

Tinjauan Bisnis &  Bisnis Anak Perusahaan

Saat  ini bisnis Perseroan telah bertransformasi dari Pharmaceutical Company menjadi Healthcare Company. Seiring terbukanya peluang bisnis dan didukung oleh sumber daya Perseroan; baik dari sisi aset, kondisi keuangan serta kompetensi SDM, Perseroan terus berinovasi di dalam pengembangan segmen bisnis yang berkaitan erat dengan kegiatan utama Perseroan dan sejalan dengan visi-misi Perseroan. Upaya ini diyakini Manajemen akan membawa Perseroan menjadi perusahaan healthcare, dengan struktur usaha saling terintegrasi, yang secara konsisten memberikan nilai tambah optimal bagi para pemangku kepentingan

 Sesuai dengan Rencana Jangka Panjang perusahaan, bisnis Perseroan dijalankan dengan berpegang teguh pada 4 Pilar Usaha, yaitu

1. Penguatan Produk dan Pengembangan Bisnis Produk Perseroan

2. Penguatan dan Pengembangan Bisnis Layanan Jasa Distribusi dan Retail

3. Optimalisasi Bisnis Non Inti Perseroan

4. Penguatan Infrastruktur Supportive dan Sistem Operational Excelences

Dengan keempat pilar usaha tersebut, mencermati implementasi UU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang sudah harus terlaksana penuh di tahun 2019, Perseroan meyakini dapat segera mengoptimalkan peluang-peluang bisnis yang terbuka di masa depan. Kimia Farma, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara, memiliki komitmen dan tanggung jawab besar untuk memastikan program Pemerintah dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan dengan sukses.

 

4pilar