Sebagai kelanjutan dari penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan antara PT Kimia Farma (Persero) Tbk dengan para pimpinan 30 pondok pesantren di berbagai daerah di Indonesia, pada hari Minggu, 13 Januari 2019, Kimia Farma melakukan follow up nota kesepahaman dengan pesantren Madinatunnajah di daerah Jombang, Ciputat - Tangerang Selatan

Kimia Farma melihat adanya banyak potensi yang bisa dikembangkan dengan pesantren, mengingat pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, namun juga memiliki tanggung jawab sosial bagi masyarakat sekitar

Dengan pesantren Madinatunnajah , Kimia Farma berniat untuk mendirikan klinik ataupun apotek untuk dapat menginisiasi potensi kerjasama dengan pesantren ini

Pembangunan klinik tersebut diharapkan juga bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat pesantren. "Makanya kita nanti akan membangun klinik kesehatan di sana. Ini juga akan membantu tugas pemerintah nanti dalam jaminan kesehatan nasional," kata Basyir.

Kedua, tambah dia, Kimia Farma juga akan memberikan bantuan untuk membangun ekonomi keumatan. Karena, menurut dia, sebenarnya banyak potensi yang ada di pesantren yang bisa dikembangkan. Namun, potensi tersebut banyak terkendala teknologi, pendanaan, dan juga masalah pemasaran produk.

Menurut dia, untuk membangun ekonomi keumatan tersebut pihaknya akan memberikan pelatihan kepada pesantren-pesantren tersebut untuk memanfaatkan lahan yang ada di pesantrennya, sehingga bisa menghasilkan produk obat-obatan yang berkualitas.

"Nah, dengan kondisi inilah kita mencoba membantu mereka," jelas Honesti Basyir