Harga saham sektor farmasi melesat kencang pada perdagangan hari Rabu (19/9). Kebijakan pemerintah untuk menyelamatkan defisit keuangan BPJS Kesehatan menjadi sentimen positif bagi sektor farmasi. Saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik 1,72% menjadi Rp 2.360 per saham. KAEF diperdagangkan 109 kali dengan volume 176.300 dan transaksi Rp 416,6 juta

 

 

JAKARTA. Harga saham sektor farmasi melesat kencang pada perdagangan hari Rabu (19/9). Kebijakan pemerintah untuk menyelamatkan defisit keuangan BPJS Kesehatan menjadi sentimen positif bagi sektor ini

Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), tercatat naik 3,72% menjadi Rp 1.255 per saham pada perdagangan kemarin. Saham KLBF diperdagangkan 2.430 kali, dengan volume mencapai 14,09 juta saham dan total transaksi mencapai Rp 17,52 miliar

Harga saham PT Indofarma Tbk (INAF) juga mengalami kenaikan 1,33% menjadi Rp 3.050 per saham. INAF diperdagangkan sebanyak 152 kali dengan volume perdagangan 34.500 saham dan total transaksi Rp 105,27 juta

Sedang saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik 1,72% menjadi Rp 2.360 per saham. KAEF diperdagangkan 109 kali dengan volume 176.300 dan transaksi Rp 416,6 juta

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji mengatakan, kenaikan harga saham-saham emiten farmasi ditopang permintaan obat yang cukup tinggi. Ini terutama obat bagi konsumen yang menggunakan pelayanan BPJS

Selain itu, kebijakan pemerintah yang akan menggunakan dana cukai rokok guna mengurangi defisit BPJS Kesehatan juga memberikan sentimen positif bagi sektor farmasi. Upaya pemerintah dalam memaksimalkan peran BPJS Kesehatan bisa berujung pada peningkatan permintaan obat-obatan. "Hal ini membuat sektor farmasi menarik bagi para investor dan berpotensi memiliki prospek positif ke depan," ujar Nafan

Pendapat senada diungkapkan Willian Hartanto, analis Panin Sekuritas. Menurut dia, sektor farmasi memiliki prospek bagus ke depan, karena pergantian musim. "Saat musim hujan, kebutuhan obat pasti akan bertambah banyak," kata William

Dari ketiga emiten, KLBF adalah emiten paling menarik, sebab KLBF memiliki return on eQuity (ROE) yang tinggi dibandingkan dengan INAF dan KAEF. ROE KLBF saat ini adalah 17,40%

William merekomendasikan buy saham KLBF dengan target Rp 1.400 hingga akhir tahun, sementara untuk INAF dan KAEF disarankan wait and see karena volumenya masih rendah. Hal ini membuat saham INAF dan KAEF berpotensi turun