Perseroan siap menggenjot ekspansi dengan menargetkan membuka sekitar 10 outlet segmen Health & Beauty di 2019. Perseroan membuka outlet perdana Kimia Farma Health & Beauty di Surabaya untuk menyasar segmen milenial dan profesional yang aktif, dinamis, dan serba praktis. 



Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Honesti Basyir, mengatakan kedepan pihaknya akan gencar membangun outlet Health & Beauty di sejumlah kota. Dalam waktu dekat, ritel kecantikan dan kesehatan Kimia Farma Health & Beauty bakal merambah kota-kota besar lain di Indonesia. Diantaranya Trans Studio Mall Cibubur dan Mall Vivo Sentul Bogor. "Nanti kami juga akan menyasar kota-kota besar di daerah seperti Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan sebagainya," ujar Honesti di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Lanjut dia, outlet tersebut memiliki desain dan nuansa industrial. Outlet ini akan fokus pada produk-produk kosmetik, skin care, personal care, hair care, dan suplemen kesehatan yang lebih variatif. "Di outlet ini tidak hanya merek dari Kimia Farma saja, namun kami juga menyuguhkan beraneka macam produk lifestyle dari brand-brand lain," papar Basyir 

Menariknya, Kimia Farma Health & Beauty memberikan experience baru bagi para pelanggan melalui implementasi digitalisasi. Di samping menggunakan price tag (label harga) di setiap etalase untuk memberikan informasi harga yang up-to-date, para pelanggan juga diharapkan untuk melakukan cashless payment dengan menggunakan aplikasi pembayaran digital Link Aja, GoPay, dan OVO. Lebih lagi, terdapat penggunaan QR Code sebagai media penyampaian ragam informasi secara cepat dan lengkap.

Dikatakan Basyir, tren bisnis ritel untuk produk health care and beauty secara nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang bagus yakni mencapai 10%-11%.

"Kami melihat ada ceruk pasar kecantikan yang masih sangat besar karena tuntutan zaman dan gaya hidup masyarakat, baik perempuan dan laki-laki. Untuk itu, kami akan fokus masuk ke segmen ini meskipun selama ini kami lebih banyak di produk obat," ujarnya.

Dia mengungkapkan, kinerja penjualan produk health and beauty mampu tumbuh sampai 40% pada tahun lalu. Sejumlah produk kecantikan yang selama ini menjadi andalannya seperti Mars dan Venus. "Dengan membangun outlet-outlet di dalam mall, kami berharap penjualan produk kecantikan kami bisa tumbuh 20%-30% tahun ini," katanya.

Tahun lalu, Basyir mengatakan, kontribusi penjualan Kimia Farma dari produk kecantikan masih sekitar 10%-15%. Seiring dengan pertumbuhan penjualan dan ekspansi bisnis ritel, diharapkan tahun ini kontribusinya bisa meningkat menjadi 20%.

Dia mengakui tren untuk tampil cantik dan menarik semakin menjadi atensi masyarakat. Penggunaan kosmetik dan perawatan diri tidak hanya menjadi bagian dari gaya hidup kaum perempuan juga kaum laki-laki. Hal ini harus diimbangi dengan kepedulian terhadap aspek kesehatan diri.

Bermula dari kondisi tersebut, Kimia Farma ingin memudahkan masyarakat untuk memperoleh produk healthcare di bidang lifestyle yang berkualitas. Apabila selama ini sebagian besar masyarakat mengenal outlet Kimia Farma sebagai apotek yang menyediakan produk dan layanan kesehatan, kini Kimia Farma telah hadir dengan ritel kecantikan dan kesehatan bernama Kimia Farma Health & Beauty.