Pada hari Kamis, 1 Desember 2016, bertempat di Ruang Serba Guna, PT Kimia Farma (Persero) Tbk telah dilaksanakan acara penandatanganan pemberian fasilitas kredit oleh Bank Mandiri, Bank BNI dan Indonesia Exim Bank dengan mekanisme Club deal.

Kredit investasi akan digunakan dalam pembangunan fasilitas Pabrik Perseroan yang berada di Banjaran, Kabupaten Bandung, dengan nilai investasi mencapai Rp 1,2 Triliun. 

Pinjaman kredit ini setidaknya mampu membiayai Pabrik Banjaran sebesar 75% dari total investasi pabrik Banjaran, dengan 25% sisanya akan menggunakan kas internal Perseroan

Pabrik Banjaran sedianya merupakan fasilitas pabrik yang akan merelokasi pabrik yang ada di Bandung dengan kapasitas produksi empat kali lipat dari pabrik yang ada saat ini dan ditargetkan akan beroperasi pada 2018

Segera setelah penandatangan kerjasama untuk pembiayaan Pabrik Banjaran, Kimia Farma juga melakukan penandatangan kerjasama kredit investasi untuk PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia dengan Indonesian Exim Bank. Kerjasama dilakukan untuk pembiayaan investasi atas Pabrik Bahan Baku Obat yang berlokasi di Delta Silicon 1, Cikarang yang sudah dimulai proses pembangunannya

Pabrik bahan baku obat yang pertama di Indonesia itu merupakan hasil kerja sama antara Kimia Farma dan perusahaan farmasi asal Korea Selatan Sungwun Pharmacopia Co Ltd. Dengan porsi kepemilikan 75% saham milik Kimia Farma dan sisa 25% milik Sungwun

Untuk terus meningkatkan laju pertumbuhan kinerja Perseroan disamping membangun fasilitas produksi di pabrik Banjaran dan pabrik bahan baku obat di Cikarang, Kimia Farma juga telah membangun pabrik garam farmasi I dengan kapasitas produksi 2.000 ton dan akan membangun pabrik garam farmasi II dengan kapasitas 4.000 ton untuk memenuhi kebutuhan garam farmasi dalam negeri

KIK2