Kimia Farma Genjot Porsi Ekspor

Jakarta – PT Kimia Farma Tbk. mematok kenaikan pertumbuhan pasar ekspor sebesar 65% menjadi sekitar Rp 105 miliar di tahun ini.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Farida Astuti mengatakan kenaikan porsi ekspor ini akan didukung oleh pembukaan baru di sejumlah Negara. Sepanjang tahun lalu, perusahaan farmasi pelat merah ini telah menjajaki pasar baru di sejumlah Negara seperti Myanmar, Kanada dan Vietnam. Sementara itu eksekusi pasar ekspor akan dilakukan di tahun ini.

Selengkapnya...

PREVIOUS INFORMATION


Bangun rumah sakit, Kimia Farma gandeng swasta

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pengembangan sayap bisnis dilakukan PT Kimia Farma Tbk (KAEF). BUMN farmasi ini tengah menjajaki pembangunan rumah sakit di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, dengan menggandeng mitra swasta.

"Sudah ada. Pokoknya lagi penjajakan, belum final, yang menyatakan minatnya sudah mengerucut jadi satu (perusahaan)," ujar Direktur Keuangan Kimia Farma Farida Astuti, belum lama ini.

Selengkapnya...

Kimia Farma (KAEF) Tambah 2 Apotek di Mal

Bisnis.com, JAKARTA--- PT Kimia Farma (Persero) Tbk., perusahaan farmasi milik negara, berencana menambah 2 apotek di Malaysia pada tahun ini.
 
Berdasarkan laporan tahunan emiten berkode saham KAEF itu yang dirilis pada Selasa (17/3), perseroan bakal bekerjasama dengan perusahaan farmasi asal Malaysia yaitu Averroes Pharmaceutical, Sdn, Bhd
 
Sebelumnya, kedua perusahaan itu telah mendirikan apotek KF-Averroes di Shah Alam, Kuala Lumpur, Malaysia pada 2013. “Sehingga perseroan mempunyai 3 apotek di Malaysia di tahun 2015,” tulis laporan tersebut.
 

Selengkapnya...

Investasi Rumput Laut bersama Bosowa Energi

JENEPONTO - Owner PT Bosowa Corporindo Aksa Mahmud berencana membangun kawasan industri di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Pembangunan kawasan industri ini akan menyerupai kawasan industri di Cilegon, dengan investasi mencapai triliunan rupiah.

Selengkapnya...

Kimia Farma Mulai Bangun Pabrik Rp 1,3T

PT Kimia Farma (Persero) Tbk telah memulai pembangunan pabrik baru senilai Rp 1,3 triliun di Banjaran – Jawa Barat. Pabrik obat kanker, injeksi, salep dan krim obat tersebut ditargetkan beroperasi pada semester II – 2016.

”Tiang pancang bangunan pabrik sudah dilaksanakan setelah perseroan mendapat izin pada Januari lalu. Kami tetap optimstis penyelesaian pabrik sesuai dengan target awal semester II tahun depan atau selama 1,5 tahun,” ujar Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman baru-baru ini.

Selengkapnya...