Profil Kimia Farma

KIMIA FARMA IN BRIEF

Kimia Farma was the first pharmaceutical industry company in Indonesia established by the Dutch Indies Government in 1817. The name of this company was originally NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Based on the policy of nationalization of ex Dutch companies at the beginning of the independence period; the Government of the Republic of Indonesia merged in 1958 a number of pharmaceutical companies into PNF Bhinneka Kimia Farma. Then, on 16 August 1971, the form of PNF as legal entity was changed to Limited Liability Company and the company’s name was changed to PT Kimia Farma (Persero).

Latest News

Dukung Sumbar sebagai Destinasi Pariwisata, Kimia Farma Hadir di Hari Pers Nasional 2018

 

 

Padang, (8/2) – Sebagai tuan rumah pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2018, Kota Padang patut berbangga. Pasalnya, rangkaian kegiatan HPN 2018 menarik perhatian masyarakat khususnya insan pers untuk berkunjung di ibu kota provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Momen ini pun dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk berpartisipasi dalam HPN 2018, mengingat sejauh ini insan pers telah berkontribusi dalam penyebaran informasi mengenai perusahaan-perusahaan BUMN.

Pada kesempatan ini, Kementerian BUMN bersama PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Perseroan) melaksanakan kegiatan bakti sosial untuk masyarakat dan insan pers pada 8 Februari 2018 di Kantor Cabang Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, Jalan Bagindo Aziz Chan No. 8, Padang. Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir menyerahkan bantuan 200 paket suplemen kesehatan kepada masyarakat melalui Persatuan Wartawan Indonesia yang disaksikan oleh Menteri BUMN, Rini M. Soemarno.

“Semoga bantuan suplemen kesehatan dari Kimia Farma yang merupakan salah satu BUMN Farmasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan insan pers karena mereka bekerja tanpa mengenal lelah, tanpa mengenal waktu juga. Alangkah baiknya mereka juga mengkonsumsi suplemen sebagai penunjang kesehatan disela-sela aktivitas peliputan berbagai peristiwa yang padat,” ungkap Honesti Basyir.   

Di akhir rangkaian HPN 2018, Menteri BUMN beserta beberapa Direksi perusahaan BUMN termasuk Direktur Utama Kimia Farma mengikuti Pencanangan Sinergi BUMN Mendukung Sumbar sebagai Destinasi Pariwisata di Pantai Muaro Lasak Padang. Hal ini sejalan dengan tujuan penyelenggaraan HPN 2018 di Kota Padang yang sekaligus untuk menggaungkan potensi wisata di Sumbar. Diharapkan Sumbar semakin menjadi kawasan destinasi pariwisata pilihan baik untuk turis domestik maupun mancanegara sehingga aktivitas ekonomi masyarakat pun ikut meningkat.

Points of Interests Sumatera Barat itu melimpah, diantaranya Mentawai, Ngarai Sianok, Danau Maninjau, Danau Singkarak, Gunung Kerinci, dan masih banyak lagi. Nah, kami tentunya mendukung aksi sinergi BUMN ini dalam mengangkat Provinsi Sumatera Barat sebagai objek wisata unggulan apalagi disini Kimia Farma telah memiliki jaringan 20 apotek dan 9 klinik kesehatan tersebar di beberapa wilayah dan akan terus kami kembangkan termasuk pendirian laboratorium klinik secara bertahap,” imbuh Honesti Basyir.

Peresmian Fasilitas Produksi Rapid Test Kimia Farma

 

 

Denpasar, (24/1) - Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan pelayanan atas kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan. Melalui perusahaan BUMN Farmasi, PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Perseroan), pembangunan Fasilitas Produksi Rapid Test telah memasuki tahap penyelesaian dan mulai beroperasi tahun ini.

Fasilitas Produksi Rapid Test Kimia Farma diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek serta disaksikan oleh jajaran Kementerian Kesehatan RI; Dewan Komisaris Kimia Farma; dan Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir beserta jajaran Direksi Kimia Farma Group, pada 24 Januari 2018 di Gedung Rapid Test, Jalan Cargo Taman II No. 9, Denpasar, Bali.

“Fasilitas produksi rapid test ini merupakan industri alat kesehatan yang ada di Provinsi Bali. Diharapkan Provinsi Bali yang selama ini terkenal dengan industri pariwisata, menjadi terkenal dengan industri alat kesehatan,” kata Menkes Nila Moeloek.

“Kehadiran Kimia Farma di seluruh pelosok negeri merupakan komitmen kami dalam mendukung peran pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat serta melalui Kementerian BUMN untuk memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional,” ungkap Honesti Basyir dalam sambutannya.

Fasilitas Produksi Rapid Test Kimia Farma merupakan pabrik yang dapat memproduksi alat diagnostik rapid test skala industri di Indonesia. Berdiri di atas lahan milik Perseroan seluas 375 m2, Fasilitas Produksi Rapid Test mulai beroperasi pada awal tahun 2018. Rapid test digunakan untuk pemeriksaan atau screening medis awal dengan menggunakan peralatan yang sederhana serta memberikan hasil dalam waktu yang cepat.

Produk alat kesehatan test kit yang dihasilkan, yaitu:
1. Test Kehamilan (hCG test)
2. Tes Hepatitis (HBsAg test)
3. Tes Sifilis
4. Tes Malaria
5. Tes Dengue (IgG/IgM test)
 
Test kit yang sedang dalam proses perizinan untuk diproduksi adalah:
1. HIV 1&2 Test
2. Drug Test; yang terdiri atas Morphine Test, Cocaine Test, Mariyuana Test, Amphetamine Test, Methamphetamine Test, Ecstasy Test, dan Benzodiazepine Test.
 
Fasilitas Produksi Rapid Test merupakan wujud komitmen kemandirian Kimia Farma yang diharapkan dapat mengembangkan produk lokal Indonesia serta sebagai upaya Perseroan menjadi perusahaan Healthcare pilihan utama yang terintegrasi dan menghasilkan nilai yang berkesinambungan.

Info KEGIATAN

Agent of Change beserta PKBL & CSR Kimia Farma Peduli Korban Kebakaran Krukut

Jakarta, (2/02) - Kebakaran terjadi di 10 RT (Rukun Terangga) di Kelurahan Krukut, Tamansari, Jakarta Barat pada 27 Januari 2018. Ratusan rumah di kawasan permukiman habis dilalap si jago merah. Sebanyak 1.327 orang, 386 diantaranya anak-anak, kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.

Agent of Change (AoC) Kantor Pusat beserta Sub Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan & Corporate Social Responsibility (PKBL & CSR) PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Perseroan) menggalang gerakan Peduli Korban Kebakaran. Para pegawai Perseroan menyalurkan donasi baik uang maupun barang-barang yang dibutuhkan oleh para pengungsi.

Jumat, 2 Februari 2018, AoC Kantor Pusat beserta PKBL & CSR Kimia Farma bergerak menuju lokasi pengungsian yang tak jauh dari Kantor Pusat Perseroan. Cuaca panas terik tak menyurutkan semangat mereka untuk mendistribusikan bantuan ke Posko Bantuan Bencana, Posko Kesehatan dan melihat secara langsung area permukiman sisa kebakaran. Beberapa diantaranya pun berinteraksi dengan warga di tempat pengungsian.

Dalam kesempatan ini, Perseroan memberikan bantuan berupa obat-obatan, vitamin, peralatan mandi, perlengkapan balita, sembako, dan pakaian. Diharapkan ketersediaan bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi hingga beberapa waktu ke depan lantaran mereka mendiami tenda pengungsian dalam rentan waktu 6 bulan untuk renovasi kediaman.

Selain untuk meringankan beban yang dipikul oleh para pengungsi, kegiatan Peduli Korban Kebakaran ini merupakan wujud aksi AoC Kantor Pusat beserta PKBL & CSR Kimia Farma dalam mengimplementasikan budaya perusahaan ICARE yang tidak hanya berdampak di lingkungan internal Perseroan saja akan tetapi juga untuk masyarakat sekitar.

Agent of Change atau AoC merupakan karyawan pilihan di Perseroan sebagai pemicu atau "katalis" perubahan perilaku karyawan agar menerapkan budaya perusahaan ICARE (Innovative, Customer First, Accountable, Responsible, Eco Friendly). AoC terpilih harus memiliki nilai-nilai ICARE tersebut dan mampu mempengaruhi lingkungan sekitarnya untuk dapat mengimplementasikan ICARE sehingga memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan.